Kamis, 02 Februari 2012

LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BERJIWA NASIONAL DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN

LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BERJIWA NASIONAL DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN

Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS KayuTanam. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di Indonesia.

1. PerguruanKebangsaan Taman Siswa
Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta, yakni dalam bentuk yayasan.
A. Asas dan Tujuan Taman Siswa
Asas Taman Siswa
1. Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan terbitnya persatuan dalam peri kehidupan umum.
2. Bahwa pengajaran harus member pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekakan diri.
3. Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.
4. Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat.
5. Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.
6. Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keikhlasan lahir dan batin untuk mengorbankan segala kepentingan pribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak.
Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan, asas kodrat alam, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan.

Tujuan Taman Siswa
1. Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai.
2. Membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin, luhur akal budinya, serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya.

B. Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa
Beberapa usaha yang dilakukan oleh taman siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. Dalam ruang lingkup eksternal Taman siwa membentuk pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan.

C. Hasil-hasil yang Dicapai
Taman siswa telah berhasil mengemukakan gagasan tentang pendidikan nasional, lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata. Taman siswa pun telah melahirkan alumni-alumni besar di Indonesia.


2. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam (Sumatera Barat).
A. Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Pada awal didirikan, Ruang Pendidik INS mempunyai asas-asas sebagai berikut:
1. Berpikir logis dan rasional
2. Keaktifan atau kegiatan
3. Pendidikan masyarakat
4. Memperhatikan pembawaan anak
5. Menentang intelektualisme
Dasar-dasar tersebut kemudian disempurnakan dan mencakup berbagai hal, seperti: syarat-syarat pendidikan yang efektif, tujuan yang ingin dicapai, dan sebagainya.

Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah:

1. Mendidik rakyat kearah kemerdekaan
2. Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
3. Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat
4. Menanamkan kepercayaan terhadap dirisendiri dan berani bertanggung jawab.
5. Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan.
B. Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, menyiapkan tenaga guru atau pendidik, dan penerbitan majalah anak-anak Sendi, serta mencetak buku-buku pelajaran.

C. Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan), beberapa ruang pendidikan (jenjang persekolahan), dan sejumlah alumni.


3. Perguruan Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 november 1912 di Yogyakarta yang didirikan olehKiyai Haji Ahmad Dachlan. Muhammadiyah merupakan gerakan islam amlama’rufnahimungkar, beraqidah islam dan bersumber pada Al Qur’an dan sunnah serta bertujuan untuk menunjung tinggi agama islam sehingga tercipta masyarakat islam yang benar-benar diridhoi Allah SWT.
Muhammadiyah mendirikan sekolah umum model pemerintah seperti Kweek School (sekolah guru) tetapi tidak netral agama. Dengan predikatnya sebagai pembaharu, Muhammadiyah menyusun kurikulum pengajaran di sekolah-sekolahnya mendekati rencana pelajaran sekolah-sekolah pemerintah. Pada pusat-pusat pendidikan, Muhammadiyah disiplin-disiplin sekuler (ilmuumum) diajarkan, walaupun ia mendasarkan sekolahnya pada masalah-masalah agama. Tampaknya dalam kurikulum, pemisahan antara dua macam disiplin ilmu itu dinyatakan dengan tegas.
Berdasarkan susunan mata pelajaran yang termuat dalam rencana pelajaran (seluruh) mata pelajaran agama hanya 20% (lima mata pelajaran) di madrasah Mu’allimin (sekolah guru Muhammadiyah). Kedua, sebagai institusi pendidikan islam yang menginginkan pembaharuan dalam pendidikan islam agaknya kecenderungan system pendidikan yang dipilih oleh Muhammadiyah adalah pendidikan integrative menggabungkan kurikulum sekolah pemerintah dengan kurikulum madrasah.

A. Latar belakang berdirinya pendidikan muhammadiyah
Latar belakang didirikannya muhammadiyah yaitu adanya beberapa gejala yang menonjol yakni:
1. Kerusakan dibidang agama
2. Kebekuan dalam bidang hokum fiqih
3. Kemunduran dalam pendidikan islam
4. Kemajuan zending Kristen dan misi katholik

Berdasarkan hal-hal di atas maka umat islam melakukan kegiatan yang mencakup :
1. Membersihkan islam dari pengaruh dan kebiasaan non islam
2. Memformulasikan kembali doktrin islam menurut alam fikiran modern
3. Reformasi ajaran dan pendidikan islam
4. Mempertahankan islam dari pengaruh luar
5. Melepaskan dari belenguh penjajah

B. Azas pendidikan muhammadiyah
Azas pendidikan muhammadiyah adalah islam dengan berpedoman pada Al Qur’an dan sunnah

C. Tujuan dan target pendidikan muhammadiyah
Tujuan pendidikan muhammadiyah ialah membentuk manusia muslim, akhlak mulia, cakap, percaya kepada diri sendiri. Berdasarkan tujuan ini, maka target yang ingin dicapai oleh lulusan pendidikan adalah :
- Aqidah yang lurus
- Akhlaqul karimah
- Akal yang sehat dan cerdas
- Keterampilan
- Pengabdian

D. Cita-citapendidikan
Cita-cita pendidikan meliputi tiga aspek yaitu :
- Budi baik, alim dan beragama
- Luas pandang dalam ilmu-ilmu dunia
- Bersedia berjuang demi kemajuan masyarakat



E. Dasar pendidikan muhammadiyah
1. Tajdid, ialah kesediaan jiwa berdasarkan pemikiran baru untuk mengubah cara berpikir dan cara berbuat yang sudah terbiasa demi mencapai tujuan pendidikan
2. Kemasyarakatan
3. Aktivitas
4. Kreativitas
5. Optimisme
F. Fungsi pendidikan muhammadiyah
- Alat dakwah ke dalam dan keluar
- Tempat pendidikan kader
- Gerakan amal anggota

G. Hasil-hasil yang dicapai pendidiakan muhammadiyah
- Gagasan tentang pembaharuan pendidiakan
- Lembaga-lembaga pendidikan dari TK dan pasca sarjana
- Sejumlah alumni perguruan yang telah jadi took nasional

4. Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang
Didirikan pada tanggal 1 November 1923 oleh Rahmah El Yunusiyah.
a. Latar Belakang Berdirinya Diniyah Putri
Karena ketidakpuasan rahmah el yunusiyah terhadap diniyah school yang melayani kebutuhan wanita yang tidak terjangkau baik yang berkaitan dengan persoalan agama, maupun yang berkaitan dengan kebutuhan keterampilan keputrian sebagai istri, anak.
b. TujuanPendidikanDiniyah
Melaksanakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan islam dengan tujuan membentuk putri yang berjiwa islam dan ibu pendidik yang cakap, arif, serta bertanggung jawab.
c. Dasar Pendidikan Diniyah Putri
Didasarkan pada ajaran agama islam dengan berpedoman pada Alqur’an dan SunahRasul.


DAFTAR PUSTAKA

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. PengantarPendidikan. Jakarta: RinekaCipta.
http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/20/bab-vi-aliran-aliran-pendidikan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar